Minggu, 28 April 2013

Tulisan Perekonomian Indonesia ke 5



 
Disusun oleh

Anggi Ambarsari       “20212902"
Kelas : 1EB20

UNIVERSITAS GUNADARMA
2013
 
 
JUDUL : MASALAH EKONOMI YANG DIHADAPI INDONESIA

PENDAHULUAN
Setiap negara di Indonesia pasti mengalami permasalahan ekonomi. Namun, mungkin permasalahan yang dihadapi setiap negara akan berbeda – beda tergantung pada kategpri negaranya . Permasalahan perekonomian di negara maju akan berbeda dengan permasalahan pada negara berkembang, dan akan berbeda juga dengan negara miskin. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yangtentunya memiliki permasalahan ekonomi, masalah perekonomian Indonesia akhir-akhir ini semakin meningkat, dan para ahli ekonomi kita malah semakin pesimis dengan program pemulihan ekonomi indonesia .Kondisi perekonomian global yang rapuh dengan sistem finansialnya yang tidak berfungsi baik, menempatkan negara-negara berkembang pada posisi yang kian rentan seperti halnya negara Indonesia.



MASALAH EKONOMI YANG DIHADAPI INDONESIA
 
Negara berkembang adalah sebuah negara dengan rata-rata pendapatan yang rendah,infrastruktur yang relatif terbelakang, dan indeks perkembangan manusia yang kurangdibandingkan negara global. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yangtentunya memiliki permasalahan ekonomi, masalah perekonomian Indonesia akhir-akhir ini semakin meningkat, dan para ahli ekonomi kita malah semakin pesimis dengan program pemulihan ekonomi indonesia .Kondisi perekonomian global yang rapuh dengan sistem finansialnya yang tidak berfungsi baik, menempatkan negara-negara berkembang pada posisi yang kian rentan seperti halnya negara Indonesia. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang seharusnya lebih memperhatikan kondisi ini agar dapat bersaing dalam pasar global yang bersifat terbuka dimana semua orang bebas melakukan kegiatan ekonomi untuk mencapai tujuannya.
Indonesia merupakan negara yang kaya. Namun harus diakui bahwa masih banyak sumber daya milik Indonesia yang belum dimanfaatkan secara maksimal atau bahkan malah justru pihak asing yang berhasil mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia. Hal tersebut merupakan salah satu masalah ekonomi Indonesia. Berikut ini adalah beberapa masalah ekonomi Indonesia yang lain:

1. Tingginya Jumlah Pengangguran.
Dari tahun ke tahun, masalah jumlah pengangguran di Indonesia kian bertambah. Belum ada solusi yang jitu untuk mengatasi tingginya angka pengangguran sampai saat ini. Pengadaan lapangan kerja saja dirasa tidak cukup untuk menekan angka pengangguran di negara kita.

2. Tingginya Biaya Produksi
Sudah menjadi rahasia umum di dunia industri di negara kita ini bahwa selain biaya produksi cukup tinggi belum lagi ditambah dengan biaya-biaya yang seharusnya tidak perlu dikeluarkan. Namun karena faktor keamanan di negara kita masih sangat minim dan ketidakmampuan pemerintah untuk mendukung dan melindungi sektor industri, akibatnya terdapat banyak pungutan-pungutan liar yang bahkan akhir-akhir ini dilakukan dengan terang-terangan.

Hal ini yang juga akhirnya menjadikan biaya produksi semakin meningkat. Parahnya lagi, belum ada solusi pasti untuk masalah  ini. Bahkan beberapa industri yang dinilai cukup bagus akhirnya bangkrut dan lebih memilih untuk beralih menjadi importir yang hanya cukup menyediakan gudang dan beberapa pekerja saja dibanding dengan mendirikan sebuah industri baru. Ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah untuk mengatasi masalah ini dan masalah ekonomi di indonesia lainnya.
3. Keputusan Pemerintah Yang Kurang Tepat
Kita semua tahu bahwa beberapa tahun belakangan ini sangat marak sekali peredaran barang-barang dari China di negara kita, bukan? Nah, penyebabnya adalah keputusan pemerintah dalam hal regulasi ekonomi yang dirasa kurang tepat jika dilihat dari kondisi perekomomian Indonesia.

Di saat itu pemerintah memutuskan untuk bergabung dalam ASEAN–China Free Trade Area (ACFTA). Akhirnya terjadilah seperti yang kita rasakan sekarang ini. Produk lokal nyaris kalah dengan produk yang berasal dari China.

4. Bahan Kebutuhan Pokok Masih Langka
Langkanya bahan kebutuhan pokok adalah salah satu masalah serius yang menimpa kondisi ekonomi indonesia. Masalah ini akan sangat terasa sekali di saat menjelang perayaan hari-hari besar seperti hari raya idul fitri, natal, dan hari-hari besar lainnya.

Meskipun pemerintah terkadang melakukan razia pasar untuk terjun langsung melihat penyebab langkanya bahan kebutuhan pokok, namun tindakan ini dirasa masih jauh dari menyelesaikan masalah langkanya kebutuhan pokok itu sendiri.

5. Suku Buka Perbankan Terlalu Tinggi
Perlu anda ketahui bahwa salah satu indikator untuk menentukan baik atau tidaknya kondisi perekonomian di suatu negara adalah suku bunga. Semakin tinggi atau semakin rendahnya suku bunga perbankan di suatu negara, maka akan berpengaruh besar terhadap kondisi ekonomi di negara tersebut. Nah, untuk suku bunga perbankan di Indonesia masih dinilai terlalu tinggi sehingga masih perlu perhatian lebih dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini.

6. Nilai Inflasi Semakin Tinggi
Selain suku bunga perbankan, satu hal lagi yang juga mempengaruhi kondisi ekonomi di suatu negara adalah nilai inflasi. Di Indonesia, nilai inflasi dinilai nyaris cukup sensitif. Bahkan hanya gara-gara harga sembako dipasaran tinggi, maka nilai inflasi juga terpengaruh. Akibat dari tingginya nilai inflasi di negara kita ini, maka akan bermunculan masalah-masalah ekonomi Indonesia yang lain.

Cara Pemerintah Mengatasi Masalah ekonomi di Indonesia saat ini yaitu dengan cara menggunakan kebijakan dalam ekonomi makro dan mikro yang sering dilakukan pemerintah seperti kebijakan moneter dan fiskal kalau kebijakan moneter biasanya kalau dilihat dari kehidupan sehari-hari seperti pengendalian jumlah uang yang beredar dan pengaturan tingkat suku bunga dan kredit sedangkan untuk kebijakan fiskal biasanya dilakukan apabila suatu negara sedang menghadapi masalah pengangguran yang tinggi dan apabila perekonomian suatu negara sedang menghadapi inflansi.
seperti kita lihat saai ini indonesia sedang diberitakan tentang masalah kenaikan harga BBM itu dilakukan pemeritah untuk menaikkan pendapatan negara tapi kita lihat apabila harga BBM dinaikkan akan mengakibatkan masyarakat yang berpendapatan rendah tidak dapat menjangkau harga barang, karena harga barang mengalami kenaikan biarpun hal tersebut tidak efisien tapi tidak ada yang bisa dilakukan pemerintah untuk mencegah menipisnya pendapatan negara dan karena hal itu dapat menyebabkan negara indonesia akan menalami inflasi yang rendah.


PENUTUP
Indonesia sebagai salah satu negara berkembang seharusnya lebih memperhatikan kondisi ini agar dapat bersaing dalam pasar global yang bersifat terbuka dimana semua orang bebas melakukan kegiatan ekonomi untuk mencapai tujuannya.
Indonesia merupakan negara yang kaya. Namun harus diakui bahwa masih banyak sumber daya milik Indonesia yang belum dimanfaatkan secara maksimal atau bahkan malah justru pihak asing yang berhasil mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia. Untuk mengatasi masalah perekonomian Indonesia peranan pemerintah dan kita sebagai warganya sangat lah penting demi terwujudnya negara yang lebih maju dan semua penduduknya pun sejahtera.


DAFTAR PUSTAKA



Tulisan Perekonomian Indonesia ke 4





 
Disusun oleh

Anggi Ambarsari       “20212902"
Kelas : 1EB20



UNIVERSITAS GUNADARMA
2013



JUDUL : USAHA DISTRO DIKALANGAN MAHASISWA

PENDAHULUAN
Pola dan gaya hidup perkotaan merangsang kegiatan ekonomi guna mengantisipasi pemenuhan kebutuhan dan perubahan yang cepat dari gaya hidup masyarakat perkotaan. Salah satunya adalah pemenuhan kebutuhan fashion dan aksesoris gaya tampilan masyarakat kota. Distro atau distribution outlet adalah tempat untuk menjual berbagai produk fashion dan aksesoris buatan lokal (local clothing company) yang terbatas dengan harga terjangkau. Barang-barang yang dijual di tempat ini terdiri atas t-shirt, tas, dompet, topi, jaket, baju, dan sebagainya. Pada dasarnya distro menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat agar gaya hidupnya dapat berbeda dan terpenuhi. Berani tampil beda dan bergaya.
Secara ekonomis dan financial, perputaran uang pada usaha distro sangat cepat, karena usaha ini sangat berkait erat dengan gaya hidup anak muda yang selalu mengikuti trend/mode. Dengan besarnya potensi kawula muda pada fashion, maka pasar distro juga terbuka lebar karena populasi anak muda relatif cukup besar. Distro pada dasarnya menyediakan kebutuhan kawula muda, sehingga meskipun distro belum tentu memperoleh pendapatan yang tetap atau tidak memiliki penghasilan tetap, tetapi daya beli kawula muda yang terus ada dan cukup lumayan membuat usaha distro memberi peluang yang cukup besar. Kepastian daya beli kawula muda yang tetap inilah yang menjadi peluang utama distro banyak dilirik para pebisnis. Bisnis ini terlebih cocok untuk dijalankan oleh para mahasiswa sebagai bagian dari kalangan muda yang mengerti apa yang dari kalangan mereka inginkan.




USAHA DISTRO DIKALANGAN MAHASISWA

Wirausaha yang kreatif adalah wirausaha yang cepat menangkap peluang yang muncul dari suatu kondisi lingkungan di sekitarnanya, yang tidak pernah melewatkan waktunya dengan sia-sia. Orang yang kreatif akan memandang barang yang oleh orang kebanyakan dianggap tidak berguna, menjadi sangat berguna dan mempunyai nilai jual. Orang yang kreatif tidak akan ikut dalam deretan panjang pencari kerja, karena dia sendiri yang akan menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri dan bahkan orang lain. Calon wirausaha terlebih dahulu harus mampu menumbuhkan rasa cinta pada kegiatan usaha yang akan dijalankannya serta pengetahuan yang memadai mengenai jenis usaha yang menguntungkan. Rasa cinta atas kegiatan usaha yang akan dimulai tidak akan tumbuh bila tidak didukung oleh pengetahuan yang memadai mengenai jenis usaha tersebut, untuk itu salah satu langkah awal dalam menentukan jenis bisnis yang akan ditekuni wirausaha adalah mengetahui kepribadian calon wirausaha dan informasi alternative usaha yang prosfektif. Sebagai seorang mahasiswa kita harus pandai bersikap demikian ,seorang mahasiswa pun bisa menjadi wirausaha yang sukses.
Sekarang ini banyak mahasiswa yang mulai memberanikan diri untuk membuka suatu bisnis misalkan saja bisnis disto (distributor outlet). Usaha distro adalah usaha menjual produk pakaian (terutama kaos) dengan desain yang unik; tidak diproduksi masal. Biasanya produk distro dibuat dalam jumlah yang sangat terbatas agar produk tersebut menjadi ekslusif .Karena jumlah produk pada distro itu yang  limited inilah yang membuat harga produknya lumayan mahal. Karena jumlahnya yang sedikit ditambah dengan kualitas bahan yang bagus dan desain yang unik, maka produk-produk distro biasanya menjadi produk yang dicari-cari oleh anak muda. Mereka rela untuk merogoh kocek lebih dalam agar bisa tampil unik dengan produk distro.
Bila awalnya usaha distro berkembang pesat di Bandung dan Jakarta, maka pada saat ini toko distro sudah bisa ditemukan hingga di Batam, Makassar, Pare-pare dan masih banyak tempat lain. Uniknya lagi adalah kebanyakan toko distro hanya menggunakan teras rumah atau mengontrak tempat yang kecil. Hal ini adalah wajar karena memang biasanya jumlah produk yang dijual memang sengaja dibuat tidak banyak agar tetap ekslusif.
Bila dijalankan dengan baik, keuntungan dari usaha yang satu ini akan sangat menguntungkan. Untuk produk kaos yang benar-benar bagus bisa dijual hingga Rp 150.000,- per potong padahal ongkos produksi hanya Rp 60.000,-. Ongkos produksi ini akan lebih murah lagi bila toko distro tersebut melakukan sendiri proses produksi dari barang-barang yang dijualnya.
Akan tetapi kenyataanya tidak semua usaha distro memproduksi sendiri barang-barang yang mereka jual. Banyak toko yang hanya membuat desain lalu menyerahkan proses produksi pada perusahaan percetakan. Model bisnis seperti ini memang tidak membutuhkan modal awal yang besar, akan tetapi dalam jangka panjang akan terasa bahwa dengan melakukan produksi sendiri maka keuntungan yang bisa didapat akan lebih besar lagi karena:
  • Lebih cepat; proses produksi bisa dilakukan dalam toko sehingga tidak perlu buang waktu bolak-balik ke lokasi perusahaan percetakan
  • Kualitas lebih terjaga; desain, jenis bahan dan proses produksi dapat dikontrol langsung
  • Ekslusifitas; bila menggunakan jasa perusahaan percetakan, desain yang diberikan bisa saja ditiru lalu dijual ke pengusaha distro lainnya. Bila menggunakan peralatan sendiri, maka hal ini bisa dihindari
Memang membutuhkan mudal yang tidak sedikit namun kita bisa memulanya dengan bebrapa orang patner seperti teman , om , saudara ,keluarga ataupun orang-orang terpercaya lainnya. Jikalau usaha kita sudah berjalan untungnya pun sangat menggiurkan. Bisnis usaha distro sangat cocok untuk kalangan mahasiswa karena mahasiswa sangat tau jenis atau modal seperti apa yang sedang diinginkan anak=anak muda jaman sekarang jadi tidak sulit untuk menemukan inovasi –inovasi baju baru. Namun diluar dari kita ingin mendapatkan omzet yang besar kita harus menjaga Brand, pelayanan, dan kualitas barang. Jangan sampai mereka kecewa dengan barang yang mereka dapatkan ,kepuasan pelanggan itu nomer satu. Sekali konsumen puas maka mereka akan datang ketempat kita lagi dan mereka bisa juga menceritakan kepuasannya atas barang yang mereka dapatkan ke orang lain begitu sebaliknya sekali konsumen kecewa jangan harap mereka mau datang kembali.



PENUTUP

Bisnis distro cocok dijalankan oleh kalangan mahasiswa karena mereka tau apa yang diingkan oleh kalangan muda sekarang ini. Selain kreatif mereka juga punya banyak cara untuk memajukan usahanya mulai dari bazzar, diskon, pemasaran lewat online hingga inisial-inisial unik dalam design baju mereka membuat daya tarik sendiri bagi konsumen. Selain ingin mendapatkan omzet yang besatr para pelaku usaha harus memenuhi kepuasan para pelanggannya jangan sampai ada yang kecewa. Maka dari itu usaha distro tidak salah untuk dipilih, namun untuk menjalankan usaha ini diperlukan niat dan kesungguhan yang besar agar cepat mencapai kesuksesan .


DAFTAR PUSTAKA


Minggu, 31 Maret 2013

Tulisan Perekonomian Indonesia ke 3


 
Disusun oleh

Anggi Ambarsari       “20212902"
Kelas : 1EB20

 JUDUL : EKONOMI KREATIF BERKEMBANG PESAT

PENDAHULUAN

Ekonomi kreatif dan industri kreatif mulai marak dibicarakan di Indonesia, kira-kira 2006, karena pemerintah mencatat pertumbuhan ekonomi kreatif 2006 cukup tinggi, bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.
Sejumlah kota-kota besar dengan dimotori anak-anak muda, akhir-akhir ini menyambut datangnya wacana ekonomi kreatif. Ekonomi yang lebih mengedepankan kreativitas dan inovasi sebagai motor penggerak ekonomi. UNESCO pada 2003, mengeluarkan rilis resmi mengenai definisi industri kreatif ini sebagai suatu kegiatan yang menciptakan pengetahuan, produk, dan jasa yang orisinal, berupa hasil karya sendiri


  
EKONOMI KREATIF BERKEMBANG PESAT
Ada pertanyaan yang muncul mengapa peringatan Hari Ibu yang lalu dilaksanakan bersamaan dengan Pencanangan Tahun Indonesia Kreatif 2009. Hal itu, didasarkan pada kenyataan bahwa kaum perempuan Indonesia yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari warga negara dan sebagai pejuang bangsa antara lain, membangun bangsa sendiri menyeluruh sesuai dengan kodrat dan kemajuannya. Pengembangan ekonomi kreatif, membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan kreatif. Kreativitas SDM perlu dibentuk sejak dini namun Sayangnya banyak praktik pembelajaran di sekolah kita justru menghambat berkembangnya kreativitas anak-anak. Menurut Howard Garner, sistem pendidikan yang salah dapat membunuh kreativitas anak-anak sehingga hanya tinggal 10% dari potensinya ketika usia 8 tahun. Ketika salah didik ini berlangsung sampai pada usia 12 tahun, potensi kreativitasnya menurun hingga hanya 2%. Jadi, pendidikan usia dini dan sekolah dasar adalah masa-masa emas untuk mengembangkan potensi kreativitas manusia. Sebesar 95% pertumbuhan otak terjadi pada usia di bawah 12 tahun. Apabila kita salah mendidiknya, pertumbuhan struktur jaringan otak akan terhambat, dan dampaknya adalah permanen.
Sejumlah pakar mengatakan bahwa banyak praktik pendidikan yang dianggap sebagai “creative killers”, dan itu ternyata masih lazim dilakukan di Indonesia. Terlalu menekankan praktik menghafal isi teks buku, sistem tes yang membutuhkan jawaban baku/standar (misalnya benar atau salah, sistem pilihan berganda), serta melatih memori jangka pendek (menghafal hanya untuk bisa menjawab tes, dan akan lupa beberapa hari kemudian) adalah berbahaya bagi perkembangan kreativitas. Cara-cara tersebut hanya mengembangkan kemampuan berpikir yang paling rendah (LOTS-Lower Order Thinking Skills). Setara dengan kemampuan berpikir beo yang bisa dilatih untuk menghafal lagu tertentu. Bayangkan anak-anak didik kita sejak kelas 1 SD sudah dipersiapkan untuk berpikir dengan cara seperti ini, sehingga mereka terbiasa berpikir linier, sederhana atau textbook thinking.
Pembentukan kreativitas SDM lebih baik dimulai dari pendidikan di dalam lingkungan keluarga di mana peran keluarga menentukan kreativitas putra-putrinya dapat dikembangkan secara maksimal. Dengan demikian, jelas terlihat bahwa didikan seorang ibu sangat berperan dalam membentuk insan kreatif bagi bangsa Indonesia, yang akan menentukan perkembangan ekonomi kreatif.
Ekonomi kreatif dan industri kreatif mulai marak dibicarakan di Indonesia, kira-kira 2006, karena pemerintah mencatat pertumbuhan ekonomi kreatif 2006 cukup tinggi, bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi kreatif di atas rata-rata nasional pada 2006 mencapai 7,3%, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hanya 5,6%. Selama 2002-2006, industri kreatif menyerap sekitar 5,9 juta pekerja dan menyumbang Rp 81,5 triliun atau 9,13% terhadap total ekspor nasional.
Sejumlah kota-kota besar dengan dimotori anak-anak muda, akhir-akhir ini menyambut datangnya wacana ekonomi kreatif. Ekonomi yang lebih mengedepankan kreativitas dan inovasi sebagai motor penggerak ekonomi. Di Bandung misalnya, beberapa tahun ini sejumlah seminar tentang industri kreatif diselenggarakan, sejumlah lembaga seperti Center For Inovation Enterpreneurship & Leadership (CIEL) yang merupakan bagian dari Sekolah Bisnis Manajemen ITB bekerja sama dengan Departemen Industri dan Perdagangan, merancang strategi pengembangan industri kreatif di Jawa Barat.
UNESCO pada 2003, mengeluarkan rilis resmi mengenai definisi industri kreatif ini sebagai suatu kegiatan yang menciptakan pengetahuan, produk, dan jasa yang orisinal, berupa hasil karya sendiri. Salah satu negara yang sangat giat menyosialisasikan ekonomi kreatif adalah Inggris. Pemerintah Inggris menyediakan dana bantuan 6 juta poundsterling (sekitar Rp 108 miliar), untuk mendukung pengembangan industri kreatif di berbagai negara berkembang.
Realitas dan fenomena ekonomi kreatif, sebenarnya bukanlah hal baru bagi Indonesia yang telah terbukti memiliki aset kreativitas sejak dulu. "Indonesia tidak kekurangan modal kreativitas, hanya kekurangan kemampuan mengintegrasikannya". Untuk itu, langkah yang dibentuk adalah mengamati apa yang kita miliki (jati diri bangsa dan potensi SDA dan SDM). Berikut ini ada tiga faktor penggerak yang penting akan penciptaan dan pembangunan industri kreatif yang disebut 3 T, talenta, toleransi, dan teknologi (Florida).
Sudah jelas, untuk menghasilkan sesuatu yang berdaya saing, dibutuhkan SDM yang baik, yaitu talenta. John Howkins menyebut mereka sebagai orang yang hidup dari penciptaan gagasan dan mengeksploitasinya dengan berbagai cara. Florida mengklasifikasi kelas ini, ada yang bernuansa akademik (universitas), berorientasi teknologi (tech-pole), bernuansa artistik (bohemian), pendatang (imigran; warga negara keturunan etnis tertentu). Tom Peters mengatakan, "Bila Anda ingin inovatif, gampang saja, bergaullah dengan orang-orang aneh dan Anda akan bertambah kreatif. Tapi, jika Anda bergaul dengan orang-orang yang membosankan, Anda akan semakin membosankan juga."
Lapangan pekerjaan akan tercipta di tempat-tempat di mana terdapat konsentrasi yang tinggi dari pekerja kreatif, bukan kebalikannya. Orang-orang yang memiliki talenta tinggi memiliki daya tawar yang tinggi, mereka memiliki banyak alternatif karena permintaan tinggi. Bila mereka ditawari pekerjaan di daerah-daerah sepi dan membosankan, mereka cenderung akan menolak, maka yang lebih berkepentingan adalah user dari pekerja kreatif ini dan user akan mengalah, asalkan mereka mendapat SDM yang berkualitas. Apa hubungannya dengan toleransi? Ini berkaitan dengan iklim keterbukaan. Bila suatu daerah memiliki tingkat toleransi tinggi terhadap gagasan-gagasan yang gila dan kontroversial, serta mendukung orang-orang berani berbeda, iklim penciptaan kreativitas dan inovasi akan semakin kondusif, karena pekerja kreatif dapat bebas mengekpresikan gagasannya. Termasuk dalam toleransi adalah kemudahan memulai usaha baru dan ketersediaan kanal-kanal solusi finansial untuk mengembangkan bisnis.
Teknologi sudah menjadi keharusan dan berperan dalam mempercepat, meningkatkan kualitas, dan mempermudah kegiatan bisnis dan bersosial. Dewasa ini semakin banyak pekerjaan manusia, yang digantikan teknologi membuat manusia sebagai operatornya memiliki lebih banyak waktu untuk memikirkan gagasan-gagasan baru. Jika pernyataan ini saya balik, maka menjadi demikian: semakin manusia direpotkan oleh aktivitas fisik dan tidak dibantu teknologi, sebagian besar waktu manusia akan habis terbuang untuk urusan teknis. Dalam arti lain, teknologi menunjang produktivitas. Dengan demikian, kemudahan mengakses dan membeli teknologi, transfer teknologi adalah faktor penting dalam pembangunan ekonomi kreatif. Contoh dalam penggunaan perangkat lunak. Bagi negara berkembang seperti Indonesia, pembelian lisensi perangkat lunak adalah kendala besar, karena harga perangkat lunak di Jakarta relatif sama dengan harga di New York. Ini adalah faktor penghambat kelancaran lahirnya industri-industri baru.
Tentu saja 3T ini bukan satu-satunya faktor penggerak ekonomi kreatif, karena pada dasarnya "seluruh umat manusia adalah kreatif, apakah ia seorang pekerja di pabrik kacamata atau remaja di gang senggol yang sedang membuat musik hip-hop. Namun, perbedaannya adalah pada statusnya (kelasnya), karena ada individu-individu yang secara khusus bergelut di bidang kreatif (dan mendapat faedah ekonomi secara langsung dari aktivitas tersebut). Tempat-tempat dan kota-kota mampu menciptakan produk-produk baru yang inovatif tercepat, akan menjadi pemenang kompetisi di era ekonomi ini".


PENUTUP
Realitas dan fenomena ekonomi kreatif, sebenarnya bukanlah hal baru bagi Indonesia yang telah terbukti memiliki aset kreativitas sejak dulu. "Indonesia tidak kekurangan modal kreativitas, hanya kekurangan kemampuan mengintegrasikannya".Ada tiga faktor penggerak yang penting akan penciptaan dan pembangunan industri kreatif yang disebut 3 T, talenta, toleransi, dan teknologi . Jika setiap individu telah dibekali hal tersebut entunya sangat lah membantu dalam kemajuan negaranya.


DAFTAR PUSTAKA

http://ekonomi-kreatif.blogspot.com/